Menunggu Senja Sebelum Mati (Matahari pun belum nampak)
Dalam malam dalam sepi dalam dan semakin dalam
Hitam malam,hitam jalan,hitam diri, hitam hari,hitam hati
Kemunafikan terselubung dalam diri
Kebohongan kata dalam mulut yang terbungkam
Langkah-langkah tak terarah
Jalan-jalan hilir mudik pada lingkaran waktu
Seribu nanah membusuk di dalam jiwa
Kemudian segelas kopi hitam dihirup kembali
Ah rasanya seribu katapun tak akan cukup
Tapi cermin itu telah retak
Retak digilas roda-roda zaman
Mau tidak mau itu pasti mau
Mata yang selau melihat
Jika mata buta, telinga yang mendengar
Itu Pasti…
Jika mata buta,telinga tuli jadi…?
Allah SWT masih memberikan waktu pada sang pendosa
Tinggal hitungan detik yang dinanti akan tiba
Senja itu bernama awal Ramadhan
Senja itu adalah harapan…
Sang Pendosa terdiam dalam sepi malam
di sudut malam dengan seribu harap dalam jiwa
Bercerita pada malam,bercerita di sudut malam sebelum pagi
Sebelum kematian menjemput…
Namun tetap gundah karena kematian masih menjadi misteri
Apakah setelah ini, esok pagi atau lusa nanti…???
(Gelumbang, 10 Agustus 2010,12.37 AM)

Belum ada trackback.