Mutiara Sabar (Pesan Dari Seorang Teman)

Mutiara Sabar…
Jantung berdebar…
Jiwa Bergetar…
Hati terbakar…
Tangan Gemetar…
Kuat Istighfar…
Karena menahan sabar…
Jiwa jadi sadar…
Allah SWT Maha Besar
Karena sabar jiwa akan tegar
Karena sabar kita tak merasa paling pendekar
Karena sabar yang zalim jadi bubar

Kepadamu Ya Allah aku sabar bersandar
Sehingga hatiku bersinar,tahu mana yang salah mana yang benar
Sabar ke Surga kita diantar, Allah SWT berserta orang-orang sabar

(Tulisan ini bukan tulisan saya,Sebuah nasehat dari seorang Guru SMA saya,melalui sms)

Semoga Bermanfaat

Menunggu Senja Sebelum Mati (Matahari pun belum nampak)

Dalam malam dalam sepi dalam dan semakin dalam
Hitam malam,hitam jalan,hitam diri, hitam hari,hitam hati

Kemunafikan terselubung dalam diri
Kebohongan kata dalam mulut yang terbungkam

Langkah-langkah tak terarah
Jalan-jalan hilir mudik pada lingkaran waktu
Seribu nanah membusuk di dalam jiwa
Kemudian segelas kopi hitam dihirup kembali

Ah rasanya seribu katapun tak akan cukup
Tapi cermin itu telah retak
Retak digilas roda-roda zaman

Mau tidak mau itu pasti mau
Mata yang selau melihat
Jika mata buta, telinga yang mendengar
Itu Pasti…
Jika mata buta,telinga tuli jadi…?

Allah SWT masih memberikan waktu pada sang pendosa
Tinggal hitungan detik yang dinanti akan tiba
Senja itu bernama awal Ramadhan
Senja itu adalah harapan…

Sang Pendosa terdiam dalam sepi malam
di sudut malam dengan seribu harap dalam jiwa
Bercerita pada malam,bercerita di sudut malam sebelum pagi
Sebelum kematian menjemput…

Namun tetap gundah karena kematian masih menjadi misteri
Apakah setelah ini, esok pagi atau lusa nanti…???
(Gelumbang, 10 Agustus 2010,12.37 AM)

Kematian Yang Pasti


Sedikit saja dari apa yang ada
Dari cerita-cerita di catatan hidup
Peristiwa demi peristiwa yang telah terjadi
Bermakna dalam harmoniasi lingkaran waktu
Roda-roda kehidupan yang katanya berputar
Ya Berputar seperti Jarum Jam

Hari ini disini, esok belum tentu
Hari ini ada kata-kata yang tertulis esok siapa tahu?
Tentunya berbeda dalam ketidaksamaan di setiap pemikiran
Jika sama ceritanya juga pasti sama

Hei kamu, entah untuk siapa?
Jangan berharap banyak pada diriku
Aku tak pasti…
Masih dalam tanda tanya?
Detik ini bisa jadi aku disini, 5 menit kemudian bisa jadi aku tak disini
Hari ini aku di atas bumi, esok pagi bisa jadi di perut bumi…

Tak ada yang pasti pada diriku,sebab masih menjadi misteri
Dan yang pasti adalah KEMATIAN yang past menjemputku

08 Juli 2010

Dalam Pergantian Waktu

Apakah rasa sudah hilang
atau malah rayap-rayap mulai mengkikis rasa

Ketika Norma dan etika digilas oleh Hedonisme
dan rayap-rayap hedonisme pun bergerak maju

Norma dan etika cuma menjadi pelengkap pelajaran di sekolah saja
Ya Rayap-rayap itu merasuk kedalam jiwa
Perlahan tapi pasti bergerak maju menggilas habis norma dan etika

Atau hanya sekedar kata-kata sampah saja
Terserah, harus belajar peduli, jika tidak
Rayap-rayap Hedonisme akan menggilas habis apa yang ada???

11 Juli 2010

Garis Tangan Jilid I

Garis tangan…?

Hitam Putih bahkan merah,

warna-warni dalam kehidupan,

Sebuah keterpurukan,sebuah kebangkitan,

berganti bagai siang dan malam.

roda adalah lingkaran

dan lingkaran tanpa sudut

Sama seperti bumi yang bulat, atau jam yang bulat

berputar dan berputar 1 X 24 Jam.

Kemarin adalah sebuah sejarah dan cermin

Hari ini adalah apa yang dilalui

Esok?masih menjadi misteri kehidupan???

Apakah hari ini terakhir melihat matahari?

Apakah hari ini terakhir menulis…?

Apakah hari ini terakhir mencaci maki orang2 kecil dengan sewena-wena?

Apakah hari ini terakhir bersujud pada Allah SWT

Tanggerang, 20 Juni 2010

Warnet Islamic Village, jam 10.38 Wib

Kematian

Jika esok adalah kematian,maka hari ini adalah hari terakhir untuk kembali, namun kematian adalah suatu hal yang masih menjadi misteri…?

Kayu Agung Jepret “Long Trip”

Perjalanan menuju Kayu Agung, Ogan Komering Ilir,Sumatera Selatan,Indonesia (09 Juni 2010)

Berikut beberapa foto,mudah-mudahan bermanfaat untuk esok nanti

Karena

Karena saya masih punya TUHAN untuk berlindung dan meminta

Muntah Tengah Malam Episode 2

Seperti biasa,hanya ingin berkoar

Seminggu ini saya berada di jalanan dari satu kota ke kota yang lain, dari satu desa ke desa yang lain.

Berniat untuk mengambil foto-foto yang ada, tapi

Ya yang ditemui objek-objek yang memprihatinkan diatas Negeri ini

Seorang bocah mengambil plastik di jalanan, seorang ibu membawa karung berisi plastik-plasitik bekas ,seorang bapak seperti itu juga, ada apa ini?

Katanya Negara ini kaya akan sumber daya alam, katanya provinsi ini kaya akan hasil alam, batubara,minyak dan lain-lain?

dan satu sisi lagi mobil mewah berjalan seperti di jalan nenek moyangnya saja, kemacetan dimana-mana..

Maaf   bukan saya ingin dibilang apalah,tapi hanya ingin berkoar melihat apa yang ada di sekeliling saya

Terimakasih,Selamat Pagi Indonesia Tercinta

Gelumbang, 3 Juni 2010

1st Anniversary menjadi manusia “MERDEKA”

Jalan dan Pengembara

Seperti biasa dengan segelas kopi di pagi hari memulai aktivitas pagi ini ditemani dengan iringan musik yang tak menentu tapi terarah.Awal bulan di Juni yang cerah di desa saya, matahari tersenyum indah di balik daun-daun,air yang menetes menambah kesejukan alam desa.Selamat pagi matahariku, dan setiap pagi,setiap hari,setiap siang selalu berjumpa dengan matahari selama nyawa ini masih di dalam raga.

Tak terasa 6 bulan berlalu dari 2010 itu artinya satu tahun saya menjadi seorang “Pengangguran”. Kata-kata yang tepat, saya sendiri baru sadar kalo pagi ini,hari ini tepat satu tahun menjadi manusia “FREEDOM”. Sampai sekarangpun teman-teman di kantor,teman-teman bermain “lingkungan”,teman-teman sekolah,masih bertanya “kenapa berhenti bekerja dari PT yang ternama di Indonesia?” Baiklah akan saya ungkap semuanya, sehingga tak ada lagi pertanyaan tentang saya.

“Bodoh, tolol, mau jadi apa, gila, nggak ada urusan”, itulah sekian dari banyaknya kata-kata keluar ketika saya melangkahkan kaki keluar dari kantor saya dahulu di Palembang kemudian kembali ke desa saya, hingga sekarangpun terkadang kata-kata itu masih terdengar tanpa sengaja di telinga saya,saya bisa memaklumi itu semua,karena setiap manusia memiliki prinsip hidup masing-masing, karena setiap manusia memiliki tingkat pemahaman yang berbeda.

Jawaban dari seribu pertanyaan diatas mudah saja saya jawabnya MENGIKUTI KATA HATI itulah jawabanya gampang,singkat,jelas dan padat. Bukan karena saya sudah ada pekerjaan baru “lokak” baru yang lebih besar,  sampai sekarang pun saya masih belajar untuk berdiri sendiri, berjuang untuk sebuah mimpi dalam tanda kutip “Pengangguran yang sibuk sendiri”. Ya ikuti kata hati karena saya yakin rejeki itu sudah ditentukan oleh Allah SWT, bukan berarti saya nggak mau usaha trus diam di rumah kemudian berhari-hari menunggu uang jatuh sekarung dari langit,  bukan bos,  saya masih mencari rejeki,  saya masih berusaha,  saya masih mengejar mimpi saya, saya masih menikmati hari-hari ini.

Bukan menggurui atau sok tahu tentang agama namun saya pernah mendengar dari ulama di kampung saya bahwa kematian dan rejeki itu sudah di tentukan oleh Allah SWT.  Saya pun pernah membuktikannya ketika saya dapat job motret pernikahan yang sudah deal tiba-tiba di batalkan dan ketika saya diam diri dirumah tiba-tiba ada yang datang minta tolong fotokan untuk KTP, lumayan walau cuma 20rb,tapi Halal.  Kejadian diatas adalah contoh kecilnya saja.

Dan pernah ada yang bertemu dengan saya kemudian berkata “Eh wik kerja dimana sekarang?nggak ikut tes PNS?” saya hanya tersenyum kecil dalam hati bukan meremehkan tapi heran saja kok “PNS” itu seperti Sang Dewa dalam dunia yang Fana ini,lalu saya menjawab “saya tak berminat untuk menjadi seorang PNS apalagi harus menyuap ratusan juta”, kemudian dia beragumen “Sayang wik kuliah jauh-jauh ke Jogja kok nganggur, lumayan kan wik untuk masa depan,ada pensiun dan bla….bla” langsung saja saya jawab dengan halus “Dari pada saya menyuap 100juta lebih baik saya buka usaha studio foto dan musik” kemudian dia terdiam. Kalau boleh saya beragument setelah orang itu pergi  “saya heran kok kuliah di jadiin patokan untuk bekerja apalagi PNS, kok PNS bak sebuah Dewa, orang tua saya juga seorang GURU dari tahun 70-an tapi mereka dulunya nggak begitu-begitu amat dan sekarang jalani hidup apa adanya, bahkan walau beliau berdua PNS nggak menyuruh saya menjadi PNS malah membebaskan saya terserah mau jadi apa asal jangan pernah tinggalkan sholat,  itu pesan Orang Tua Saya”.  saya putar kembali memori saya,  saya pernah mendengar dari ulama di kampung saya bahwasanya uang haram itu merusak tubuh, nah saya cocokin ke PNS yang sogok menyogok, trus gimana hayo?.

Yang dicari dalam hidup itu bagi saya sekarang adalah ketenang hati, kedamaian jiwa, saya menemukan sesuatu yang beda setelah saya tak terikat lagi dengan PT, sebuah ketenangan hidup,  jalani hidup apa adanya. Saya sering dan bahkan pernah ditawari kerja di perusahaan dan terakhir kemaren di tawarin kerja di BANK,  saya jawab aja dengan singkat, saya sayang dengan usaha Foto saya, di BANK bos,  gaji besar, badan putih,  siapa yang nggak mau? gratis lagi, “Kok di tolak?” ya ini bukan soal materi tapi ketenangan hati bos. Sedangkan di Musik saya ini nggak bisa apa-apa dalam memainkan alat musik, selalu tak menemukan harmonisasi jika bermain musik bersama saudara laki-laki saya,  tapi saya suka musik,  senang bermusik dan menemukan ketenangan ketika saya mengikuti sesi latihan saudara laki-laki saya,  atau pada saat manggung.  “itu artinya berharap pada musik untuk masa depan?” ya kalo ada yang tanya seperti itu, saya akan berusaha mengejar mimpi-mimpi saya, bukan untuk terkenal, sekali lagi bukan untuk terkenal, saya sendiri dimusik berada dibalik layar tapi saya menyenangi pekerjaan ini.  Tapi menikmati hidup dan insyaAllah bertahan hidup,  setidaknya sekarang saya berusaha, berdo’a serta yakin sisanya pasrahkan saja pada ALLAH SWT, kan yang mengatur rejeki Allah SWT.  “Saya menemukan sesuatu yang beda dalam sebuah ketenangan jiwa ketika ilmu kuliah saya kolaborasikan dengan pengalaman,kesenangan ini”.

Ayah saya saja kemarin berbicara dengan saya “Nak jalan hidupmu telah kau pilih, yakinlah dan berdo’a kepada Allah SWT minta dimudahkan dalam mencari rejeki mu,serta pasrahkan saja pada-NYA”. Salut saya dengan kedua orang tua saya yang sabar melihat anaknya seperti ini,semoga Allah SWT senatiasa memberi rahmat dan hidayah-NYA kepadamu orang tuaku.

Jika harapan tak terwujud dan mimpi tak tercapai lantas bagaimana? ya bearti sudah takdir, gampang kan, “Setidaknya berusaha, berdo’a dan yakin”. dari pada banyak bicara tanpa pergerakan dan hanya bisa mentertawakan serta mengejek “menghina”.

Kembali ke Kata “MERDEKA”. ya saya Merdeka menurut saya, dan saya tak pernah ragu untuk melangkah, masa depan ada ditangan saya. Kemarin saya bertemu orang tua angkat saya di Palembang, sebelum dia pulang ke Sungai Lilin dia berpesan “Jangan Pernah merubah sikapmu” setelah beberapa hari baru saya mengerti akan nasehatnya bahawasanya mungkin maksudnya ya cuma bapak yang tahu dan orang-orang disekitar saya yang tahu,saya aja nggak tahu.

“Ini artikel apa curhat? nggak taulah yang penting nulis”

Terakhir dalam rangka memperingati satu tahun kebebasan saya “1st Anniversary” . Pesan saya kepada yang membaca tulisan ini “itupun kalo ada yang baca”. Lingkaran kehidupan ini masih menjadi misteri terbesar, hanya bisa menjalani,berusaha & berdo’a serta yakin,sisanya pasrahkan saja pada Allah SWT, jangan pernah ragu untuk mengambil sebuah keputusan jalan hidup sobat,orang gila yang tak waras saja masih hidup jika belum waktunya mati walau makan dari sisa-sisa orang waras, apalagi orang yang waras,sekolah,berpendidikan.

“Jalanan Itu Keras Bung!!!

Bergerak Kaki Terluka,Masih Ada Tangan Untuk Tiarap Bergerak, Setidaknya Telah berusaha Dan Berdoa, Sisanya Pasrahkan Saja Pada Yang Maha Kuasa Dan Jika Harus Gugur Maka Gugur Di Medan Perang, Bukan Terbujur Kaku Di Tanah Sendiri, Tanpa Sebuah Pergerakan Hidup  yeaahhh”.

Gelumbang, 1 Juni 2010 dalam rangka memperingati 1st Anniversary menjadi manusia “MERDEKA”

Terimakasih

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.