
Jalan dan Pengembara
Seperti biasa dengan segelas kopi di pagi hari memulai aktivitas pagi ini ditemani dengan iringan musik yang tak menentu tapi terarah.Awal bulan di Juni yang cerah di desa saya, matahari tersenyum indah di balik daun-daun,air yang menetes menambah kesejukan alam desa.Selamat pagi matahariku, dan setiap pagi,setiap hari,setiap siang selalu berjumpa dengan matahari selama nyawa ini masih di dalam raga.
Tak terasa 6 bulan berlalu dari 2010 itu artinya satu tahun saya menjadi seorang “Pengangguran”. Kata-kata yang tepat, saya sendiri baru sadar kalo pagi ini,hari ini tepat satu tahun menjadi manusia “FREEDOM”. Sampai sekarangpun teman-teman di kantor,teman-teman bermain “lingkungan”,teman-teman sekolah,masih bertanya “kenapa berhenti bekerja dari PT yang ternama di Indonesia?” Baiklah akan saya ungkap semuanya, sehingga tak ada lagi pertanyaan tentang saya.
“Bodoh, tolol, mau jadi apa, gila, nggak ada urusan”, itulah sekian dari banyaknya kata-kata keluar ketika saya melangkahkan kaki keluar dari kantor saya dahulu di Palembang kemudian kembali ke desa saya, hingga sekarangpun terkadang kata-kata itu masih terdengar tanpa sengaja di telinga saya,saya bisa memaklumi itu semua,karena setiap manusia memiliki prinsip hidup masing-masing, karena setiap manusia memiliki tingkat pemahaman yang berbeda.
Jawaban dari seribu pertanyaan diatas mudah saja saya jawabnya MENGIKUTI KATA HATI itulah jawabanya gampang,singkat,jelas dan padat. Bukan karena saya sudah ada pekerjaan baru “lokak” baru yang lebih besar, sampai sekarang pun saya masih belajar untuk berdiri sendiri, berjuang untuk sebuah mimpi dalam tanda kutip “Pengangguran yang sibuk sendiri”. Ya ikuti kata hati karena saya yakin rejeki itu sudah ditentukan oleh Allah SWT, bukan berarti saya nggak mau usaha trus diam di rumah kemudian berhari-hari menunggu uang jatuh sekarung dari langit, bukan bos, saya masih mencari rejeki, saya masih berusaha, saya masih mengejar mimpi saya, saya masih menikmati hari-hari ini.
Bukan menggurui atau sok tahu tentang agama namun saya pernah mendengar dari ulama di kampung saya bahwa kematian dan rejeki itu sudah di tentukan oleh Allah SWT. Saya pun pernah membuktikannya ketika saya dapat job motret pernikahan yang sudah deal tiba-tiba di batalkan dan ketika saya diam diri dirumah tiba-tiba ada yang datang minta tolong fotokan untuk KTP, lumayan walau cuma 20rb,tapi Halal. Kejadian diatas adalah contoh kecilnya saja.
Dan pernah ada yang bertemu dengan saya kemudian berkata “Eh wik kerja dimana sekarang?nggak ikut tes PNS?” saya hanya tersenyum kecil dalam hati bukan meremehkan tapi heran saja kok “PNS” itu seperti Sang Dewa dalam dunia yang Fana ini,lalu saya menjawab “saya tak berminat untuk menjadi seorang PNS apalagi harus menyuap ratusan juta”, kemudian dia beragumen “Sayang wik kuliah jauh-jauh ke Jogja kok nganggur, lumayan kan wik untuk masa depan,ada pensiun dan bla….bla” langsung saja saya jawab dengan halus “Dari pada saya menyuap 100juta lebih baik saya buka usaha studio foto dan musik” kemudian dia terdiam. Kalau boleh saya beragument setelah orang itu pergi “saya heran kok kuliah di jadiin patokan untuk bekerja apalagi PNS, kok PNS bak sebuah Dewa, orang tua saya juga seorang GURU dari tahun 70-an tapi mereka dulunya nggak begitu-begitu amat dan sekarang jalani hidup apa adanya, bahkan walau beliau berdua PNS nggak menyuruh saya menjadi PNS malah membebaskan saya terserah mau jadi apa asal jangan pernah tinggalkan sholat, itu pesan Orang Tua Saya”. saya putar kembali memori saya, saya pernah mendengar dari ulama di kampung saya bahwasanya uang haram itu merusak tubuh, nah saya cocokin ke PNS yang sogok menyogok, trus gimana hayo?.
Yang dicari dalam hidup itu bagi saya sekarang adalah ketenang hati, kedamaian jiwa, saya menemukan sesuatu yang beda setelah saya tak terikat lagi dengan PT, sebuah ketenangan hidup, jalani hidup apa adanya. Saya sering dan bahkan pernah ditawari kerja di perusahaan dan terakhir kemaren di tawarin kerja di BANK, saya jawab aja dengan singkat, saya sayang dengan usaha Foto saya, di BANK bos, gaji besar, badan putih, siapa yang nggak mau? gratis lagi, “Kok di tolak?” ya ini bukan soal materi tapi ketenangan hati bos. Sedangkan di Musik saya ini nggak bisa apa-apa dalam memainkan alat musik, selalu tak menemukan harmonisasi jika bermain musik bersama saudara laki-laki saya, tapi saya suka musik, senang bermusik dan menemukan ketenangan ketika saya mengikuti sesi latihan saudara laki-laki saya, atau pada saat manggung. “itu artinya berharap pada musik untuk masa depan?” ya kalo ada yang tanya seperti itu, saya akan berusaha mengejar mimpi-mimpi saya, bukan untuk terkenal, sekali lagi bukan untuk terkenal, saya sendiri dimusik berada dibalik layar tapi saya menyenangi pekerjaan ini. Tapi menikmati hidup dan insyaAllah bertahan hidup, setidaknya sekarang saya berusaha, berdo’a serta yakin sisanya pasrahkan saja pada ALLAH SWT, kan yang mengatur rejeki Allah SWT. “Saya menemukan sesuatu yang beda dalam sebuah ketenangan jiwa ketika ilmu kuliah saya kolaborasikan dengan pengalaman,kesenangan ini”.
Ayah saya saja kemarin berbicara dengan saya “Nak jalan hidupmu telah kau pilih, yakinlah dan berdo’a kepada Allah SWT minta dimudahkan dalam mencari rejeki mu,serta pasrahkan saja pada-NYA”. Salut saya dengan kedua orang tua saya yang sabar melihat anaknya seperti ini,semoga Allah SWT senatiasa memberi rahmat dan hidayah-NYA kepadamu orang tuaku.
Jika harapan tak terwujud dan mimpi tak tercapai lantas bagaimana? ya bearti sudah takdir, gampang kan, “Setidaknya berusaha, berdo’a dan yakin”. dari pada banyak bicara tanpa pergerakan dan hanya bisa mentertawakan serta mengejek “menghina”.
Kembali ke Kata “MERDEKA”. ya saya Merdeka menurut saya, dan saya tak pernah ragu untuk melangkah, masa depan ada ditangan saya. Kemarin saya bertemu orang tua angkat saya di Palembang, sebelum dia pulang ke Sungai Lilin dia berpesan “Jangan Pernah merubah sikapmu” setelah beberapa hari baru saya mengerti akan nasehatnya bahawasanya mungkin maksudnya ya cuma bapak yang tahu dan orang-orang disekitar saya yang tahu,saya aja nggak tahu.
“Ini artikel apa curhat? nggak taulah yang penting nulis”
Terakhir dalam rangka memperingati satu tahun kebebasan saya “1st Anniversary” . Pesan saya kepada yang membaca tulisan ini “itupun kalo ada yang baca”. Lingkaran kehidupan ini masih menjadi misteri terbesar, hanya bisa menjalani,berusaha & berdo’a serta yakin,sisanya pasrahkan saja pada Allah SWT, jangan pernah ragu untuk mengambil sebuah keputusan jalan hidup sobat,orang gila yang tak waras saja masih hidup jika belum waktunya mati walau makan dari sisa-sisa orang waras, apalagi orang yang waras,sekolah,berpendidikan.
“Jalanan Itu Keras Bung!!!
Bergerak Kaki Terluka,Masih Ada Tangan Untuk Tiarap Bergerak, Setidaknya Telah berusaha Dan Berdoa, Sisanya Pasrahkan Saja Pada Yang Maha Kuasa Dan Jika Harus Gugur Maka Gugur Di Medan Perang, Bukan Terbujur Kaku Di Tanah Sendiri, Tanpa Sebuah Pergerakan Hidup yeaahhh”.
Gelumbang, 1 Juni 2010 dalam rangka memperingati 1st Anniversary menjadi manusia “MERDEKA”
Terimakasih